Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
21 Aug 2014
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Buyutan - Sentra Kerajinan Bambu Tradisional

Pedagang di pasar tradisional masih banyak menggunakan tambir untuk menggelar dagangannya. Darimana asal tambir dari bambu itu ? Salah satu dusun yang masih mempertahankan warisan kerajinan bambu tradisional yakni Dusun Buyutan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Kurang lebih 20 keluarga di Buyutan masih menekuni kerajinan bambu.


Memasuki Dusun Buyutan, tampak rumah-rumah penduduk yang sederhana bahkan banyak yang masih berlantai tanah. Seperti salah satu narasumber pengrajin bambu bernama Buang Muhsin. Ditemui dirumahnya yang sederhana kepada Bantulbiz.com, Buang Muhsin menuturkan bahwa keterampilan mengayam bambu penduduk Buyutan merupakan warisan nenek moyang.

"Sejak dahulu kerajinan bambu Buyutan sudah dikenal, terutama produk peralatan dapur atau untuk para pedagang pasar seperti tambir dan irig", kata Buang.

Selanjutnya Buang Muhsin menuturkan bahwa seiiring perkembangan jaman, pengrajin bambu di Buyutan mengembangkan produknya tidak sebatas memenuhi kebutuhan pedagang pasar tradisional. "Kami membuat kerajinan kipas yang digunakan sebagai souvenir terutama untuk acara pernikahan", kata pria berusia 37 tahun ini.

Buang Muhsin mengutarakan bahwa mampu memproduksi kipas dengan kerangka bambu setiap pekannya sekitar 5000 buah. Dengan kisaran harga Rp 2500 per buah. Buang Muhsin mengaku, pesanan kipas selalu lancar, namun bila musim penghujan tidak berani memproduksi. Karena proses pengeringan bambu dilakukan dengan mengandalkan sinar matahari. "Bila proses pengeringan tidak sempurna maka bambu akan cepat berjamur, sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan menggunakan bahan kimia namun tidak ekonomis", katanya.

Selain itu, bapak 2 anak ini juga mengatakan bahwa bulan Desember yang lalu dia diundang Dinas Perekonomian, Perindustrian dan Koperasi untuk mengikuti pelatihan pembuatan sangkar burung di Sedayu Bantul. Dia berencana untuk membuat sangkar burung sebagai diversifikasi produknya.

Sedangkan ditanya mengenai pembuatan tambir, Buang Muhsin menunjukkan tempat pembuatannya yang ditangani oleh Misem kakak perempuannya. Setiap pekan mampu memprodusi 20 tambir berbagai ukuran yang merupakan pesanan dari pedagang di pasar-pasar tradisional.

Last modified: 06 Jan 2006 11:26:38.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.06 sec.
>> WebStats