Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
09 May 2008
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Tanjan - Kerajinan Daun Pintu Jati

Alam memang telah menyediakan segalanya untuk kita. Dari pangan, sandang sampai papan berasal dari alam. Selain pemanfaatan, seharusnya kita menyeimbangkan dengan melestarikannya, agar tidak rusak dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita. Di dusun Tanjan yang terletak di desa Temuwuh, Dlingo, Bantul 21 km arah tenggara kota Yogyakarta juga menerapkan sistem ini. Selain memanfaatkan pohon jati, warga tersebut diharuskan melestarikannya. “Warga yang menebang pohon satu dianjurkan menanam minimal 2 pohon jati. Hal ini dilakukan agar pohon jati disini tidak punah karena pohon tersebut merupakan bahan yang penting untuk membuat daun pintu “, ujar Wito Sentono yang menjabat sebagai kepala dukuh setempat.


Di padukuhan yang dihuni 85 kepala keluarga hampir 90% berprofesi sebagai perajin daun pintu. Bahkan remaja yang masih sekolah sudah mahir membuat daun pintu. Mereka mengerjakannya sehabis sepulang sekolah. “Ya hitung-hitung sebagai kerja sambilan dan bisa untuk tambah uang saku. Tapi sebenarnya selain sebagai sentra kerajinan daun pintu disini juga penghasil arang juga. Karena potongan jati yang sudah tidak dipakai dimanfaatkan sebagai arang”, tutur Fakih (33) salah seorang perajin daun pintu. Sewaktu ditanya oleh Bantulbiz.com, kenapa sisa-sisa potongan tadi tidak digunakan untuk membuat kerajinan lainnya. “Untuk sementara ini kami belum bisa karena untuk melayani pesanan daun pintu saja kami sudah kewalahan“, tambah perajin tersebut.

Daun pintu yang dihasilkan perajin Tanjan ini bermacam-macam modelnya. Dari model biasa, ukiran bahkan model pintu gaya Eropa. Dengan harga berkisar antara Rp 150.000-Rp 2,5 juta tergantung model dan ukuran serta bahan kayu yang digunakannya. Para perajin perbulannya bisa membuat 20 daun pintu model biasa. Bahan baku didapatkan di daerah sekitar dan daerah Gunung Kidul. Biasanya perajin membeli pohon jati langsung ke petaninya. “Kami membelinya dengan ilmu kira-kira karena tidak ada patokan untuk membeli pohon jati. Kalau petaninya butuh uang maka harganya pohon semakin murah“, ungkap Sularto kepada Bantulbiz.com di tempat kerjanya.

Sampai saat ini produk daun pintu karya perajin Tanjan sudah sampai ke daerah Banyuwangi, Madura, Tuban, Jakarta, Kendal, Pekalongan, Jepara, Surabaya bahkan sudah ada yang sampai ke negara Amerika. Daun pintu itu biasanya dijual dalam bentuk hampir jadi (tinggal mengecat) tetapi ada juga yang menjual dalam bentuk sudah jadi tergantung si pemesan ataupun pembelinya.

• Last modified: 28 Jan 2005 17:23:37.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.53 sec.
>> WebStats