|
| UD. Meubel Sederhana - Kerajinan Meubel Kayu
| Usaha yang telah dimulai sejak tahun 1992, merupakan usaha warisan dari sang ayah. Dengan ketrampilan yang dimilikinya, Suparjo yang hanya tamatan sekolah dasar, mampu mengelola usahanya dengan baik. Sikapnya yang low profil namun sangat komunikatif dan ramah, menunjang eksistensi usahanya sampai kini.
Produk yang dihasilkan bermacam-macam dan tergantung pada pemesan. Namun yang paling sering diproduksi antara lain: Almari, meja kantor, meja sekolah, meja makan, meja kursi tamu, rak buku, tempat tidur biasa maupun tingkat, kusen pintu, jendela serta daun pintu dan jendela. Produk lainnya tergantung pemesan. Saat ditemui di rumahnya Selasa (31/08) Suparjo menjelaskan bahwa apapun yang diminta pembeli, sanggup dilayani karena telah memiliki peralatan mekanik yang lengkap dan tenaga yang trampil.
Dalam sebulan usahanya membutuhkan rata-rata 10 m3 kayu jati. Kayu jati diperolehnya dari daerah di sekitar Pleret, Gunungkidul dan juga dari Sulawesi. Harga bahan baku kayu jati dengan tebal 10-14 cm Rp. 1,2 juta, 15-19 Cm Rp. 1,5 juta dan 20-25 cm Rp. 2,2 per m3. Suparjo mengatakan bahwa ia hampir tidak pernah mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Setiap saat selalu tersedia pada para pelanggan yang biasa dipesan.
Sehabis gempa Yogya, pesanan meubel cukup banyak hingga kini. Rata-rata setiap bulannya Suparjo dapat meraih omzet usaha Rp. 30 juta. Itupun masih dipandang sebagai volume usaha dalam kondisi yang paling minim. Sampai saat ini UD. Meubel Sederhana belum memiliki show room sendiri. Promosi usaha masih bersifat konvensional yakni hanya dari mulut ke mulut. Walaupun demikian, setiap tahun Suparjo selalu mengisi stand desa Bawuran pada pameran pembangunan di Pasar Seni Gabusan.
Seluruh peralatan kerjanya sudah mekanik dan lengkap, sehingga pekerjaan menjadi cepat dan efektif. Tenaga tukang yang dipekerjakan sebanyak 12 orang dengan sistim borongan. Jika distandarkan dengan upah harian, upah yang diterima rata-rata Rp. 60.000 per hari. Masih juga diberi makan 2 kali dan snack sekali. Sedangkan untuk 1 orang tenaga harian dibayar Rp. 50.000 per hari.
Pada akhir 2006 yang lalu, Suparjo menerima bantuan peralatan dari Depertemen Perindustrian RI senilai Rp. 55 juta. Peralatan bantuan yang diterima berupa : planner, jonter, sircle, mesin tatah, mesih asah, bor tembak, propil, mesin amplas, pasah dan compressor masing-masing 1 unit. (Nura/Fernandez)
Suparjo – UD. Meuble Sedehana
Kedungpring Rt. 01/11 Bawuran, Pleret, Bantul
Telp. (0274) 441 365
|