|
| Poniman - Perajin Gamelan dari Bangunjiwo
| Poniman memulai usaha pembuatan seperangkat gamelan pada tahun 1985. Ketrampilan membuat gamelan diperoleh saat bekerja pada juragan gamelan di Ngasem dan Papringan. Kini bertempat di rumahnya dengan 6 orang pekerja, Poniman menjalankan usaha pembuatan gamelan baik laras (tangga nada) slendro maupun pelog. Salah satu karya gamelan Poniman yaitu Gong Maskot Bantul Expo 2008 yang merupakan gong raksasa dengan diameter 6.3 m.
Satu set gamelan laras slendro terdiri dari 8 gong dengan 2 gayor, 1 set kempul, gambang 2 rancak, saron 8 pengkon, kempul 10 buah, gender 6 rancak, bonang 4 rancak, kethuk 2 rancak, kendang 3 buah, kenong dan japan 12 buah, siter, rebab, dan suling masing-masing 1 buah. Sedangkan untuk satu set gamelan laras pelog terdiri dari 11 gong dengan 3 gayor, gender 10 rancak, saron 8 pengkon, gambang 2 rancak, bonang 4 rancak, kendang 3 buah, kenong 13 buah, kethuk 2 rancang, kempul 12 buah, kempyang 2 rancak, siter, suling, dan rebab. Satu set gamelan tersebut pembuatannya dapat diselesaikan dalam 1 bulan.
Harga satu set gamelan tergantung pada bahan yang digunakan. Gamelan dengan bahan besi (tosan) harganya sekitar Rp. 40 juta. Dari bahan kuningan sekitar Rp. 170 juta, sedangkan dari perunggu lebih mahal yaitu Rp. 200 juta – 300 juta. Pembeli gamelan buatan poniman umumnya dari instansi Pemerintah seperti Disbudpar, Disnakertrans, Dinas Pendidikan ataupun instansi vertikal yang ada di DIY seperti ISI. Juga dari beberapa kelompok karawitan.
Untuk membuat gamelan, Poniman menggunakan bahan sesuai dengan keinginan pelanggan. Bahan yang umumnya digunakan yaitu (tosan), kuningan, atau perunggu sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Untuk kayu sebagai tempat gamelan umumnya digunakan kayu munggur dan nangka. Tetapi ketika kedua kayu tersebut susah untuk didapat, Poniman mengganti dengan kayu jati. Untuk tabuhan, digunakan kayu jambu yang cenderung ringan. Bahan-bahan tersebut di dapat dari wilayah sekitar kampungnya. Sedangkan besi, kuningan dan perunggu didapat dari toko besi di sekitar Bantul.
Kendala yang dihadapi saat ini : mahalnya harga bahan baku dan sedikitnya permintaan pembuatan gamelan, sehingga terjadi persaingan harga diantara perajin. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh juga menjadi kecil yakni berkisar antara Rp. 2,5 juta sampai Rp. 5 juta untuk 1 perangkat gamelan. Tidak seperti kondisi tahun 80 an dimana keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 50 % dari total biaya pembuatan. Walaupun demikian, Poniman tetap menjaga kualitas gamelan buatannya demi kepuasan pelanggan. (Nura / Fernandez)
Perajin Gamelan : Poniman
Kalinongko Rt. 04, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul
Hp. 0858 783 98858, (0274) 702 8879
|