|
| Keluarga Dulah Sandi - Perajin Souvenir Artistik Bercorak Rumah
| Dulah Sandi warga Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul menekuni kerajinan souvenir lonceng angin mulai tahun 2005. Pembuatan kerajinan tersebut dijalani setelah sebelumnya menekuni kerajinan bunga kering namun usahanya mengalami kemunduran. Dulah Sandi mengenal kerajinan ini dari pembeli kerajinannya dengan memberikan contoh lonceng angin. Setelah mencoba dan memodifikasi, Dulah Sandi dan keluarganya menjalankan usaha ini sebagai sumber penghasilan.
Souvenir berbentuk lonceng angin buatan Dulah Sandi memiliki nilai artistic yang cukup tinggi. Dengan mengadopsi berbagai bentuk rumah, sudah 10 model lonceng angin diproduksi keluarga tersebut. Model tersebut yaitu rumah gadang, rumah papua, gazebo, gubug derita, gubung panggung, gapura, pagupon, pagupon bertingkat, lingkaran dan bentuk hati. Model-model tersebut merupakan ide kreatif mereka sendiri.
Kerajinan ini tergolong rumit karena memadukan berbagai macam bahan dengan detail yang menarik.
Dulah Sandi menggunakan bahan-bahan yang tergolong unik dan menghasilkan kerajinan dengan nilai seni. Bahan-bahan tersebut yaitu kayu manis, pelapah pisang, biji-bijian, bunga kering, kayu angin (ndak2), karton, kardus, akar wangi, ranting, rotan, goni, tali sigras dan tali agel. Disamping suara gemerincing, aroma wangi dari akar wangi dan kayu manispun memberi keunikan pada kerajinan ini. Susunan dan warna-warni bunga kering serta biji-bijian menambah cantik tampilan dari lonceng angin.
Home industry ini menggunakan teras rumah sebagai bengkel kerjanya. Peralatan yang digunakan pun masih sederhana seperti bor duduk, gunting, gunting rotan, palu, gergaji, cutter dan pembakar lem berbentuk pistol. Peralatan yang digunakan relatif sederhana, sehingga sangat diperlukan skill yang trampil dalam pembuatannya. Karena keluarannya adalah produk kerajinan, tidak dibutuhkan peralatan mekanik. Namun yang mungkin masih sangat dibutuhkan adalah meja kerja yang representatif, karena saat ini, semuanya dikerjakan di lantai.
Dalam satu hari keluarga Dullah mampu memproduksi 25 lonceng angin yang kemudian disetorkan kepada pelangganya setiap dua hari. Dengan harga jual rata-rata Rp. 5.000 per biji, omzet penjualan dalam 1 bulan berkisar Rp. 3.750.000 per bulan. Pangsa pasar produk kerajinan Dullah Sandi masih terbatas di wilayah Jogja yaitu Malioboro, pasar Beringharjo, Kasongan dan Wirosaban. Bentuk promosinyapun masih dari mulut ke mulut. Dullah Sandi belum aktif mengikuti pameran untuk memperluas pasar, karena selama ini seluruh produknya selalu habis terjual pada pelanggan yang ada. (Ndut/Fernandez)
Alamat : Ibu Saliyem Dullah Sandi : Ngabean RT 03, Triharjo, Pandak Bantul
HP : 085878227922
|