|
| PRIMA JAYA - Perajin Kulit
| | Supadmiyati warga Telan, Trimulyo, Jetis, Bantul, mengawali usaha kerajinan pada tahun 2000 merupakan warisan. Orang tua Supadmiyati sebelum mengenal kerajinan menjadi pedagang beras. Kebetulan didekat rumah ada kios yang di sewa orang lain untuk usaha kerajinan kulit karena orang yang menyewa kios tidak bisa memperpanjang kontraknya kemudian dilelang oleh orang tua Supadmiyati.
Merasa menjadi pedagang beras kurang menguntungkan, perlahan – lahan bisnis berasnya mulai ditinggalkan. Tahun 1999 orang tua Supadmiyati tertarik dengan perkembangan bisnis kulit yang sedang populer. Namun dengan kreatifitasnya Supadmiyati mulai mencoba membuat kerajinan tas pinggang. Ternyata kerajinan kreasi Supadmiyati cukup menarik bagi konsumen sehingga Supadmiyati banyak menerima pesanan.
PRIMA JAYA, Supadmiyati menamakan usahanya tersebut. Disamping membuat tas pinggang, Supadmiyati juga membuat kerajinan dompet dan jaket. Awalnya PRIMA JAYA membuka usahanya di rumahnya di Telan, Trimulyo,Jetis, Bantul, akhir tahun 2004 PRIMA JAYA membuka showroom di Pasar Seni Gabusan Los 3 Kav. 32.
Dibantu 2 karyawan tetap dan 5 tenaga harian, PRIMA JAYA mampu memproduksi 1000 pcs perbulanya dan omzet perbulannya rata-rata Rp. 3 juta sampai Rp. 6 juta. Bahan bakunya yakni kulit mengambil dari Yogyakarta. Harga eceran untuk tas pinggang berkisar antara Rp 6 ribu, sedangkan jaket seharga Rp 80 ribu dan untuk dompet seharga 25 ribu rupiah.
Walaupun karya PRIMA JAYA baru menjual pasar lokal namun dengan membuka showroom di Pasar Seni Gabusan Los, Supadmiyati optimis ke depan produknya kian laku apalagi juga didukung pemasaran yang dinilainya strategis yakni melalui internet. Langkah-langkah pemasaran yang ditempuh PRIMA JAYA antara lain mengikuti pameran dengan membuka stand di Bantul Ekspo.
|