|
Asrori & Mujiono - Perajin Kue Bolu dari Wonolelo Asrori dan Mujiono merupakan dua perajin kue diantara 15 perajin lainnya di desa Wonolelo, yang masih bertahan. Usaha mereka sebenarnya tidaklah terlalu menjanjikan. Kenaikan harga bahan baku seperti terigu, gula dan telur bagaikan deret ukur, sedangkan kenaikan harga roti buatan mereka, hanyalah seperti deret hitung. Walaupun demikian, usaha tersebut masih dapat dijadikan pencaharian pokok keluarga. Sebagai sesama perajin kue dari satu desa, mereka juga ternyata mempunyai pangsa pasar yang berbeda lokasi. Demikian gambaran umum dari H. Fachruddin AR Sekdes Wonolelo yang dulunya juga salah satu perajin kue, di kediaman Asrori Senin (28/02).
Memulai usahanya sejak 2002, Asrori kini dapat menghabiskan 2 zak (50 Kg) terigu perhari untuk memproduksi satu jenis kue bolu sebanyak 3.000 potong. Bahan lain yang dibutuhkan untuk kapasitas tersebut yakni gula 50kg dan telur 15 kg. Saat ini harga 1 zak terigu Rp. 128.000, gula pasir Rp. 9.800 per kg dan telur ayam Rp. 11.000 per kg. Dengan 5 orang tenaga kerja termasuk dirinya dan sang istri, yang bila diperhitungan upah rata2 per hari Rp. 16.000, total biaya produksi menjadi Rp. 1.075.000 per hari. Semua produksi Asrori sudah dibeli pedagang roti di Prambanan, Bayat dan Semin seharga Rp. 400 per potong. Dengan demikian dalam keadaan normal, Asrori bisa memperoleh keuntungan Rp. 125.000 per hari.
Demikian pula dengan Mujiono, yang walaupun hanya mampu mengolah 1 zak terigu per hari, namun bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibanding Asrori. Mujiono memproduksi 3 jenis kue yakni bolu roda (besar), bolu kecil dan bolu kuwukan. Bolu roda rata2 diproduksi 150 potong per hari yang dijual dengan harga Rp. 1.700, bolu kecil sebanyak 700 potong dan dijual dengan harga Rp. 400 per potong, sedangkan bolu kuwukan 1.000 potong dengan harga jual Rp. 250 per potong. Omzet per hari bisa mencapai Rp. 785.000 dengan total biaya sebesar Rp. 644.000, sehingga keuntungan per hari rata2 Rp. 141.000. Pangsa pasar Mujiono hanyalah di daerah Manisrenggo Klaten.
Sebagaimana perajin kue lainnya, Asrori maupun Mujiono memiliki peralatan utama yakni oven 1 buah dengan pemanas gas, mixer dengan tenaga listrik 1 buah, loyang, cetakan bolu, tabung gas baik ukuran 3 kg maupun 12 kg dan beberapa buah ember plastik untuk adonan roti. Menurut Asrori, walaupun tingkat keuntungan relatif kecil, namun ia bersyukur karena bisa menampung 3 orang tenaga kerja dan sekaligus dari usaha tersebut, ia dapat menghidupi keluarganya.
Bila Asrori dibantu 3 orang tenaga kerja, Mujiono hanya bertiga bersama isteri dan anak lelakinya. Untuk proses produksi dikerjakan oleh isteri dan anaknya, sedangkan penjualan ditangani oleh Mujiono. Saat menghantar dagangannya, Asrori hanya menggunakan sepeda motor dengan kronjot untuk memuat kotak-kotak plastik berisi roti. Roti-roti tersebut telah dibungkus plastik transparan Sebelum dikirim ke pedagang roti pelanggannya. Setiap hari Minggu baik Mujiono maupun Asrori tidak berproduksi. (Nura/Fernandez)
-------------------------------------------------
Mujiono : d/a. Ploso Rt. 02, Wonolelo, Pleret, Bantul – Hp. 081 904 135 384
Asrori : d/a. Ploso Rt.02, Wonolelo, Pleret, Bantul – Hp. 085 868 523 077
|