|
Pokdakan Mina Tirto Lestari - Budidaya Ikan Lele Kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Mina Tirto Lestari di dusun Baros Rt. 01 Titrtohargo Kretek, pada Rabu (2/3-11) melakukan panen perdana ikan lele. Ada 2 kolam yang dipanen, dengan kapasitas masing-masing 2,2 kwintal per kolam dari tebaran 2.000 bibit setiap kolam. Menurut Saptono (ketua kelompok), lele yang dipanen tersebut sudah siap dibeli oleh Suminah pedagang ikan dari Borobudur dengan harga Rp. 10.000 per kg. Hadirnya pembeli langsung ke lokasi budidaya, berarti pangsa pasar lele masih terbuka.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa pada tahap pertama ini, mereka baru menebar 3.000 bibit dalam kolam berukuran 4 x 6 m. Sebenarnya ukuran sebesar itu mampu ditebar 4.500 ekor. Sumber air untuk kolam di lahan kering ini diisi dari sumur bor yang dibuat diantara kolam-kolam tersebut, kemudian disedot menggunakan diesel/pompa air. Karena kolamnya berada di lahan kering berpasir, maka digunakan terpal dengan ukuran 6 x 8 m. Harga satu unit terpal/deklit tersebut Rp. 250.000,
Saat diwawancarai sebelum acara seremonial panen perdana, Saptono mengatakan bahwa jumlah anggota kelompok Mina Tirto Lestari ada 30 orang. Usaha mereka atas dasar kemitraan dengan PT Jamsostek DIY yang memberikan pinjaman Rp. 200 juta. Pinjaman tersebut dikenakan bungan 6 % per tahun selama 3 tahun dan diangsur tiap 4 bulan sekali. Dari pinjaman sebesar itu, semuanya telah dibelanjakan untuk membuat 25 kolam dan pengadaan 25 unit terpal serta pembelian bibit maupun pakan ikan.
Tebaran perdana pada 25 kolam tersebut sebanyak 50.000 ekor lele ukuran 5 x 7 cm, dengan harga Rp. 135 per ekor. Jika tidak ada gangguan, diperkirakan dapat dipanen 50 sampai 55 kwintal lele. Jika harga jual Rp. 10.000 per kg, maka omzet per panen selam 2 bulan sekali mencapai Rp. 50 – 55 juta. Sedangkan untuk pakan lele rata-rata 3 zak (30 kg) per hari pelet Java a’ Rp. 210.000. Jadi sampai panen 60 hari kurang lebih dibutuhkan 180 zak atau senilai Rp. 37,8 juta. Jika harga bibit plus BBM sekitar Rp. 7 juta, keuntungan kotor Rp. 5,2 – 9 juta per panen.
Agar pemeliharaan efektif, setiap kolamnya sudah ada penanggung jawab dari masing-masing anggota kelompok. Mesin diesel untuk menaikan air dari sumur bor masih menggunakan diesel anggota yang hampir semuanya memiliki. Menurut Saptono untuk sementara lahan miliknya yang digunakan kelompok, belum dikenakan biaya sewa. Keuntungan yang diperoleh juga belum dapat dibagikan dan masih digunakan untuk operasional panen ke dua. (Nura/Fernandez)
--------------------------------------
Pokdakan Mina Tirto Lestari : d/a. Baros Rt. 01, Tirtohargo, Kretek, Bantul
Kontak Person : Saptono (Ketua Kelompok) Hp. 081 578 948 945
|