Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
23 Feb 2012
Related Links
www.bantulkab.go.id
 
 
KWT Ngudi Makmur - Pemasaran Hasil Olahan

Peran perempuan pada sektor pertanian di pedesaan, sebetulnya cukup dominan. Setelah lahan pertanian diolah dengan membajak atau membuatkan bedeng dan mengemburkan tanah yang biasanya dikerjakan oleh para suami, selanjutnya pengolahan dikerjakan oleh para isteri. Mulai dari penyemaian benih, tanam benih, penyiangan, pemberian air dan pupuk serta penyemprotan hama, hampir seluruhnya dilakukan oleh para ibu. Demikian pula saat panen dan penjualan hasil panenan. Dengan demikian wajarlah bila dalam komunitas masyarakat pedesaan, terbentuk pula kelompok wanita tani.


Dari Kelompok Tani Ngudi Makmur, dibentuk Kelompok Wanita Taninya. Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur beranggotakan 50 orang. Setiap tanggal 11 dalam bulan, KWT mengadakan pertemuan rutin. Dalam pertemuan rutin itulah dibahas berbagai hal seperti : arisan, simpan pinjam, angsuran SPP-PMPN, penyuluhan bidang pertanian dan membahas kemajuan warung usaha. Untuk membentuk modal usaha bersama yang digulirkan dalam bentuk simpan pinjam, setiap anggota harus membayar simpanan pokok Rp, 10.000 dan simpanan wajib per bulan Rp. 1.000. Inilah bentuk kebersamaan dalam kelompok.


Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, KWT Ngudi Makmur antara lain mengupayakan kegiatan pengolahan hasil pertanian. Upaya ini kemudian direspon oleh Dinas Pertanian Bantul dengan memberikan stimulan dana sebesar Rp. 18 juta. Dana stimulan sebesar Rp. 16,8 juta digunakan untuk membangun kios ukuran 6 x 6 m dan sisanya Rp. 1,2 juta untuk modal usaha. Demikian penjelasan Rakidah sebagai penanggung jawab warung Rabu (23/02) di dusun Samiran. Kini warung yang berdiri sejak 28 Februari 2008, masih terus beroperasi sebagai warung makan yang menjual soto bebek, criping pisang maupun rempeyek.

Dalam penjelasan lanjutannya Rakidah mengatakan kalau kelompoknya juga melayani pesanan soto bebek, bebek goreng, bebek bakar, ayam goreng, sea food dan snack baik dalam bentuk prasmanan maupun dos. Secara tetap ada 8 personil anggota KWT yang mengelola warung ini secara bergilir 2 orang setiap hari. Kepada yang bertugas diberi uang lelah sebesar Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000 per hari. Selama ini rata-rata keuntungan yang diperoleh dari usaha warung Rp. 200.000 per bulan. Dari keuntungan tersebut, 25 % untuk cadangan, 25 % untuk sewa tanah dan 50 % untuk kas KWT.

Kini asset yang dimiliki KWT selain dana tunai, juga peralatan warung seperti : bangunan kios semi permanen ukuran 6 x 6 m, meja panjang 7 buah, meja pendek 5 buah, bangku 6 buah, kursi plastik 10 buah dan etalase 5 buah, kompos gas 2 unit, seperangkat peralatan dapur dan 1 set sentrifus (alat goreng brambang) yang nganggur karena bawang goreng tidak laku dijual. Ketika dikunjungi reporter bantulbiz.com, kondisi warung lagi sepi pengunjung, namun menurut Rakidah biasanya akan ramai setelah jam 12. KWT pernah mengembangkan usaha dengan membuka kios di Depok, tapi hanya berjalan 6 dan karena merugi, kemudian ditutup. (Nura/Fernandez)

--------------------------------------------------

Kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur ; d/a. Warung KWT Ngudi Makmur – Samiran Rt.02, Parangtritis, Kretek, Bantul.
Kontak Person : Rakidah – Hp. 081 804 365 401

• Last modified: 24 Feb 2011 00:36:51.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.44 sec.
>> WebStats