|
Sugiyanto - Penangkar Bibit Ikan Lele dan Gurami Pemanfaatan lahan pertanian maupun lahan pekarangan yang terbatas dengan usaha budidaya ikan, bisa mendatangkan penghasilan yang menjanjikan sekaligus menjadi pencaharian pokok masyarakat. Hal ini telah dibuktikan oleh Sugiyanto. Hanya dengan lahan pertanian dan pekarangan seluas kurang lebih 1.000 m2, ia mampu menghasilkan omzet penjualan bibit ikan lele dan gurami Rp 25 – 30 Juta per bulan dengan tingkat keuntungan mencapai Rp. 6 – 10 juta.
Menurut Sugiyanto ketika ditemui di rumahnya Rabu (16/02), untuk bibit ikan lele ukuran kecil dengan masa penangkaran 25 hari, ia dapat menjual 82.500 ekor. Ada 4 kategori ukuran bibit lele kecil yakni : 2- 3 cm dapat dijual 40.000 a’ Rp.30; 3-4 cm = 30.000 ekor a’ Rp. 45; 3-5 cm = 10.000 ekor a’ Rp. 60 dan 4-6 cm = 2.500 ekor a’ Rp. 90. Sedang bibit lele yang termasuk besar dapat dijual 25.000 ekor dalam 50 hari. Ada 2 kategori ukuran bibit yang besar yakni : 5-7 cm = 20.000 ekor a’ Rp. 135 dan 6-8 cm = 5.000 ekor a’ Rp. 160.
Selain bibit ikan lele, Sugiyanto juga menjual bibit ikan gurami. Untuk ukuran kecil dengan masa penangkaran 40 hari ada 3 kategori. Ukuran 2-3 cm dapat dijual 4.000 ekor a’ Rp. 110; ukuran 3-4 cm = 2.500 ekor a’ Rp. 130 dan 3-5 cm = 1.500 ekor a’ Rp. 150. Untuk ukuran sedang dengan masa penangkaran 60 hari ada 2 kategori. Ukuran 4-6 cm dapat dijual 2.500 ekor a’ Rp. 160 dan 5-7 cm = 1.500 ekor a’ Rp. 190. Bagi yang ditangkar 40 hari, hanya diberi makanan cacing sutera sedangkan yang 60 hari sudah diberi makanan pelet. Untuk ukuran besar ada 6 kategori. Ukuran jempolan dapat dijual 15.000 per bulan a’ Rp. 300; korek gas 15.000 ekor a’ 450; silet 10.000 ekor a’ Rp. 650; korek box 5.000 ekor a’ Rp. 850; rokok mild 5.000 ekor a’ Rp. 1.100 dan tiga jari 3.000 ekor a’ Rp. 1.400.
Untuk kebutuhan konsumsi, Sugiyanto mampu menjual lele isi 7 – 12 ekor per kg sebanyak 1 ton per bulan dengan keuntungan Rp. 1.5 juta. Sedangkan yang isi 12-20 ekor per kg dapat dijual 200 kg dengan keuntungan Rp. 300.000. Gurami konsumsi dengan berat 6-9 ons dapat dijual 1 ton per bulan dengan tingkat keuntungan Rp.3 juta. Gurami dijual dengan harga Rp. 22.000 per kg, sedang lele konsumsi dijual dengan harga Rp. 11.000 per kg. Dalam lanjutan penjelansannya Sugiyanti juga mengatakan bahwa keuntungan yang didapat dari usaha penjualan bibit ikan lele rata-rata 30 % sedangkan ikan gurami rata-rata 50 %.
Harga bibit ikan gurami dalam bentuk telur 1 paket ( 10.000 ekor) dibeli dengan harga Rp. 310.000. Kebutuhan pakan cacing sutera rata-rata Rp. 50.000 per hari selama 30 hari. Sedangkan pelet untuk bibit ikan rata-rata 4 zak per bulan dengan harga beli antara Rp. 120.000 sampai Rp. 210.000. Gurami maupun lele yang sudah tergolong ukuran besar, tidak lagi diberi pakan pelet, akan tetapi lebih banyak dedaunan seperti : talas, kangkung, singkong, pepaya dan sayur2an. Inilah yang membantu petani dapat menekan biaya pemeliharaan, sehingga bisa memperoleh keuntungan yang memadai.
Untuk usahanya tersebut Sugiyanto memiliki 32 kolam dengan investasi sebesar Rp 60 juta. Peralatan lainnya yang dimiliki untuk usaha tersebut antara lain : drum 10 buah, jerigen 20 buah, tabung oksigen 2 unit, ember seleksi 12 buah, seser 8 buah, jaring pagar 200 m, jaring penangkap 32 m, jaring penutup kolam 500 m, tampungan air 3 unit, air rator 10 buah, pompa disel 2 unit. Nilai investasi di luar kolam diperkirakan sebesar Rp. 15 juta. ( Nura/Fernandez )
--------------------------------------------
Sugiyanto : d/a. Kauman Rt. 02 Gilangharjo, Pandak, Bantul
Hp. 0817 9408 882.
|