Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
05 Feb 2012
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
• 01 Sep 2010 , 17:51:28
Meubel “Sederhana” Mengembangkan Usaha Dengan Kesederhanaan.

Usaha kerajinan meubel banyak dijumpai di daerah Bantul, diantaranya ada di dusun Kedungpring, Bawuran, Pleret, Bantul. Ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja yang trampil, menjadikan usaha ini mampu terus bertahan. Bahkan menjadi sektor usaha yang banyak dikerjakan masyarakat Bantul, seperti meubel Sederhana yang dimiliki Suparjo. Usaha yang telah dirintis sejak tahun 1992 ini, tetap berjalan dengan cita-cita sederhana yaitu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kebutuhan furniture yang terus ada , ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja menjadi modal bagi para pengusaha untuk mampu bertahan dan mengembangkan usaha tersebut.

Kesederhanaan usaha ini tercermin pada produk yang dihasilkan. Almari, meja, kursi dan aneka furniture lainnya masih banyak mempertahankan model sederhana namun berkualitas. “Kami berusaha membuat meubel yang bagus namun tetap terjangkau masyarakat, “ jelas Suparjo di kediamannya Selasa (31/08). Meskipun begitu, Suparjo juga melayani pembuatan furniture sesuai model yang diinginkan konsumen. Finishing dari furniture pun menyesuaikan dengan keinginan pelanggan, bisa menggunakan pelitur ataupun melamin.

Konsumen mebel Sederhana kebanyakan dari institusi pendidikan seperti sekolah dan pesantren. Almari, meja belajar , meja komputer dan meja kerja menjadi produk yang paling sering dipesan. “Disamping kerap melayani pelanggan dari institusi, kami juga menyuplai toko-toko mebel yang ada di Bantul dan Prambanan” jelasnya. Pasar mebel Sederhana ini mencakup wilayah Jogja dan Solo.

“Kami membuat meubel dari bahan kayu jati yang didatangkan dari Wonosari, Sulawesi dan daerah sekitar Pleret” penjelasan tambahan dari Suparjo. Ada kecenderungan masyarakat, meskipun banyak bermunculan mebel modern yang modelnya lebih beragam dan harganya lebih terjangkau tetapi mebel dari kayu tetap menjadi pilihan. Dalam satu bulan, usaha mebel ini mampu meraih omset Rp. 30 juta.

Bantuan dari pemerintah cukup membantu perkembangan dan keberlangsungan usaha ini. Pemerintah melalui dinas perindustrian pada 2006 memberikan bantuan satu set peralatan mebel. Peralatan tersebut antara lain mesin planer, jointer, serkel, tatah, asah, bor, pasha, kompressor, amplas dan propil. Nilai bantuan yang diberikan tersebut sekitar Rp. 55 juta. (Nura/Fernandez)


 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.81 sec.
>> WebStats