|
• 09 Aug 2010 , 15:19:27 Hiasan Unik dari Cangkang Kerang Asal Bantul Mendunia Perajin hiasan asal dusun Kembaran, Tamantirto, Kasihan Bantul, Yogyakarta, berhasil mengubah dan mengkombinasikan cangkang kerang menjadi hiasan yang unik dan menarik. Berbagai macam produk yang berbahan dasar atau berbahan penolong cangkang, diminati pembeli dari beberapa negara seperti : Turki, Australia, Meksiko dan Saudi Arabia serta Malaysia. Nilai eksportnyapun juga cukup tinggi untuk komoditas kerang yang oleh kebanyakan orang kurang diperhatikan. Dari usahanya tersebut, Jumakir mampu menghasilkan uang puluhan juta rupiah setiap bulan.
Saat ditemui di ruang kerjanya Kamis ( 29/07 ), Jumakir (32) pemilik ”Zulfi Natural” yang juga anggota komisi B DPRD Bantul dari Fraksi Persatuan, menjelaskan; bahwa ide untuk merintis usaha ini muncul karena melihat melimpahnya cangkang kerang di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta. Awalnya pria lulusan SMEA di Bantul ini bekerja sendiri, namun kini telah mampu mempekerjakan 50 orang karyawan.
Dalam bagian lain uraiannya, Jumakir menjelaskan usaha yang di mulai sebelas tahun lalu tersebut, mulanya hanya berskala usaha kecil dan mikro. Namun perjalanan waktu telah mengubah semuanya menjadi berkembang pesat. Permintaan konsumen meningkat dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Kendala mulai muncul yakni bagaimana memperoleh tenaga trampil. Dengan dilandasi niat untuk mengangkat kehidupan masyarakat sekitar, puluhan tetangganya dilibatkan bahkan para ibu rumah tangga juga dirikrut untuk mengerjakan pesanan.
Produk yang dihasilkan antara lain: jam dinding, tempat tisu, asbak, frame cermin, frame foto, kotak perhiasan, tempat lilin, barang-barang souvenir maupun asesoris lainnya. Pengembangan jenis produk disesuaikan dengan permintaan konsumen. Sampai saat ini Jumakir merasa tidak ada masalah dengan ketersediaan bahan baku kerang. Kerang diperolehnya dengan harga dasar yang cukup murah dari Bantul, Gunung Kidul dan Jawa Timur.
Harga barang yang di patok cukup bervariasi, mulai Rp 15 ribu sampai Rp 750 ribu Dengan harga tersebut, ”Zulfi Natural” mencapai. omzet penjualan rata-rata Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulan. Pangsa pasar Zulfi Natural tidak saja dalam wilayah DIY, akan tetapi sudah merambah ke luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatra bahkan Sulawesi. Pasar manca negara juga dilayani seperti ekspor ke berbagai negara seperti:: Turki, Australia, Meksiko, dan Saudi Arabia, Malaysia.
Ternaga yang trampil dan etos kerja yang tinggi, akan mampu membuahkan kesuksesan dan keberhasilan. Inilah yang telah dicapai oleh Jumakir, dalam pengembangan kerajinan berbahan dasar bekas rumah binatang pantai. Dengan menggunakan media kertas karton sebagai alas produk, satu per satu cangkang kerang ditempel di permukaannya dengan lem. Cara kerjanya memang cukup sederhana, tapi butuh jiwa seni dan kesabaran untuk menanganinya.
Persaingan dan rentan duplikasi menjadi tantangan bagi para pengrajin cangkang. Namun bagi Jumakir, kreativitas dan inovasi menjadi kunci sukses untuk tetap bertahan dalam bisnis ini. Dengan mengutamakan mutu, harga yang bersaing dan pelayanan yang tepat waktu, pelanggan akan tetap setia dan tidak berpaling pada produsen. (Muji Rahayu / Wati).
|